Belajar Grammar Untuk Pemula, Dasar & Menengah


Articles a / an

Huruf Vokal: a, e, i, o, u

Jika diawali dengan suara huruf vokal, maka gunakan An, selainnya gunakan A.

Contoh:

  • A
    • a car
    • a cat
    • a dog
    • a house
    • a computer
    • a microphone
    • a school
    • a user (saat dibaca akan terdengar yuu-zer, dan ‘y’ adalah konsonan, maka yang digunakan adala article a)
    • a university
  • An
    • an apple
    • an orange
    • an egg
  • Quality, Yoga =  kata-kata ini tidak menggunakan article karena bersifat tidak terhitung (uncountable)
  • Time = a time? waktu tidak menggunakan article
    contoh: I have little tim / I have no time

This is a / an

Untuk menunjukan benda / obyek yang kita lihat dan kita sedang menunjuknya (misal dengan tangan).

Contoh:

  • This is a cup of tea
  • This is a computer
  • This is a tree
  • This is a hospital
  • This is an apple

I have a / an

Contoh salah: I have car (Salah karena tidak memakai article a/an)

Contoh benar:

  • I have a car
  • I have a brother
  • I have a sister
  • I have a house
  • I have an apple

Singular / Plural

Singular adalah untuk menyatakan objek itu satu / tunggal.

Plural adalah untuk menyatakan obej itu lebih dari satu / jamak.

Jika ingin menyatakan lebih dari satu maka tambahkan s.

Contoh:

  • One car – two cars
  • One cup -two cups
  • One bot – three boys
  • One girl – six girls

Pengecualian untuk kata:

  • One child – two children
  • One man (buka mulut) – two men (buka mulut sedikit)
  • One woman – two women
  • One foot – two feet

Pengecualian ini tidak begitu terpola, jadi harus dihafalkan.

This is / This are

This is untuk objek satu / tunggal

Contoh:

  • This is a car
  • This is a house
  • This is an apple

This are untuk objek jamak

Contoh:

  • These are cars
  • These are houses
  • These are apples

Countable / Uncountable

  1. Countable adalah kata yang bisa dihitung dan dinyatakan jumlahnya dengan satu, dua, tiga atau lebih. Contoh: one book, two books, three books.
  2. Uncountable adalah kata yang tidak bisa dihitung dan dinyatakan jumlahnya dengan satu, dua, tiga atau lebih. Contoh: water (bukan one water, two waters,..), love, fire, motivation.

Numbers

Jika kata yang memiliki article sudah memiliki jumlah, maka jangan ditambahkan lagi article.

Contoh:

  • ‘I have a brother’ bisa ditulis ‘I have one brother’, tanpa ‘a / an’
  • I have two brothers

Pronouns / Personal Pronouns

Terdapat 7 personal pronouns: I, We, You, They, He, Se, It

Tambahkan ‘s’ untuk personal pronouns He, She, It.

Contoh:

  • I work
  • We work
  • You work
  • They work
  • He works
  • Se works
  • It works
  • I understand
  • He understands

Posessive Pronouns / Kepemilikan

  • I have a house — This is my house. (Ini milik saya)
  • We have a house — This is our house
  • You have a house — This is your house
  • They have a house — This is their house
  • He has a house — This is his house
  • She has a house — This is her house
  • It has an office (Sebuah perusahaan) — This is its office

Adjectives / Kata Sifat dan Nouns / Kata Benda

Contoh Adjectives: Big, Small, Little, Interesting, Good, Bad, Long, Short, Important, Clever

Contoh Nouns: Book, Computer, Cup, Pen, Boy

a/an + adective + noun

Contoh phrases:

  • This is a big house
  • I have/see a big house
  • a small problem
  • a little girl
  • an interesting question
  • a good lesson
  • a bad example
  • a long/short story

To be (am, are, is)

Kapan menggunakan ‘to be’? saat berbicara tentang present (present simple — suatu kejadian yang kadang-kadang, sering, biasanya, selalu, tidak hanya sekali). Jika tidak ada kata kerja(verb) yang digunakan, maka diganti dengan ‘to be’.

I work / study. Tidak memerlukan to be, karena sudah ada kata kerjanya.

I happy. happy merupakan kata sifat, dan bentuk dari kalimat adalah present simple maka perlu adanya to be.

  • I am happy
  • We/You/They are happy
  • He/She/It is happy

Contoh lain:

Let me tell you about my self

  • My name is alex
  • I am from Russia
  • I live in moscow
  • I am 30
  • I am an english teacher
  • I have a family
  • I love my family
  • I have different hobbies
  • I like english
  • This language is very interesting

To be — bentuk negatif

  • I am at home
  • I am not at home (full form)
  • I’m not at home (short form)

 

  • We/You/They are at home
  • We/You/They are not at home (full form)
  • We/You/They aren’t at home (short form)

 

  • He/She/It is at home
  • He/She/It is not at home (full form)
  • He/She/It isn’t at home (short form)

To be — bentuk pertanyaan

  • Am I happy?
  • Are we/you/they happy?
  • Is he/she happy?
  • Is it interesting?

To be — special questions

Where/What/Why/How … ?

Struktur

Kata tanya + am/is/are + … (kalimat selanjutnya)

Contoh:

  • Where am I?
  • Where is He/She/It?
  • Where are you/they/we?

*https://youtu.be/k4fVZ-EsGKw?t=5500

Advertisements

Jangan Lupa Sholat(?)


Bekerjalah yang tekun, dengan keras, keluarkan semua tenaga dan kemampuan berpikir tapi jangan lupa untuk sholat, jangan lupa untuk ibadah.

Mindset seperti itu keliru..

Harusnya;

beribadahlah dengan tekun — tapi jangan lupa untuk istirahat.

pelajari berbagai ilmu untuk keperluan akhiratmu — tapi jangan lupa untuk makan.

baca, pahami hafalkan dan amalkan Al-Quran — tapi jangan lupa untuk mencari rezeki.

(Ust. Hasan Zuhri)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.. (QS. Al-Qasas: 77)

Usia kita di dunia paling sekitar 60 tahunan, tapi ikhtiar untuk mencari segala kenikmatannya seolah-olah tanpa henti, sedangkan kehidupan kita di akhir nanti adalah abadi, namun persiapannya tidak lebih dari setengah usia kita. Harusnya porsi untuk akhirat jauh lebih banyak daripada porsi untuk dunia. Ada yang bilang kalau kita terlalu sibuk hidup enak tapi lupa mempersiapkan mati enak.

Katanya harus seimbang antara dunia dan akhirat, kenyataannya sepertiga waktu kita habiskan untuk tidur, sepertiganya lagi untuk bekerja, belum lagi kalau ambil lembur. Lalu sepertiganya lagi apa untuk ibadah? engga juga, di kamar mandi satu jam sehari, nonton tv, main sosmed, perjalanan ke tempat keja / usaha, tidur siang,… ah … mungkin kita hanya sisakan 5 menit x 5 kali solat wajib saja untuk ibadah. Lalu dimana letak seimbangnya?

Cara Perusahaan Memperoleh Modal


Perusahan bisa memperoleh modal dari venture capital, angel investor , teman atau publik.

Terdapat dua cara untuk memperoleh modal:

  1. Menjual kepemilikan (Equity, Shares, Stock)
    • Ketika perusahaan gulung tikar, maka peminjam tidak perlu memberikan ganti rugi.
    • Ketika perusahaan berkinerja baik, maka investor mendapatkan keuntungan yang berlipat sesuai dengan kenaikan yang diperolehnya.
  2. Pinjaman (debt). Pihak terpinjam mengambil keuntungan dari bunga (interest).
    • Ketika perusahaan gulung tikar peminjam tetap berkewajiban untuk mengembalikan pinjaman ke terpinjam beserta bunga yang telah disepakati.
    • Ketika perusahaan berkinerja baik, maka jumlah uang yang harus dikembalikan adalah jumlah pinjaman ditambah dengan bunga yang telah disepakati.

Publik

*https://youtu.be/yQtUyBrRBx4?t=225

Kiat Menjadi Ikhlas


Apakah ada orang atau tidak ada orang, Allah ada?

Orang tahu atau tidak tahu, Allah tahu tidak?

Orang menghargai atau tidak menghargai kebaikan kita, Allah suka dengan kebaikan kita?

Apakah ada amal yang tidak diketahui Allah?

Apakah ada amal yang tidak dibalas?

Mungkinkah ada yang terlupa / terlewat / tertukar Allah membalas amalan kita?

Mungkinkah ada yang bisa menghalangi balasan dari Allah?

Mau orang menghina sampai dower, silahkan, yang penting urusan kitamah Allah Ridho.

 

Perbedaan Nahwu dan Sharaf


Cabang ilmu bahasa arab diantaranya mantiq, sharaf, nahwu, balaghoh dan arudh.

Ada 2 ilmu dasar yang harus dikuasai untuk pemula, yaitu ilmu sharaf dan nahwu. Kedua ilmu ini sering disebut dengan istilah ilmu alat, karena memang dua ilmu ini adalah alat atau kunci untuk membuka cakrawala islam dan mempelajari seluruh cabang ilmu islam, tidak mungkin kita bisa mempelajari tafsir, hadits dan kitab ulama dengan baik, kecuali kita memahami bahasa Arab. Mempelajari 2 ilmu dasar ini Insya Allah akan membantu kita membuat kalimat dalam bahasa arab dengan benar. Cabang lainnya yaitu mantiq, balaghoh dan arudh tidak membicarakan cara membuat kalimat yang benar tapi cara membuat kalimat yang indah susunan dan maknanya.

Ilmu sharaf adalah bagian dari ilmu nahwu.

Perbedaan ilmu nahwu dan ilmu sharaf.

Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari struktur (susunan kalimat dan harokat) yang benar dalam bahasa arab.

Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata ke bentuk lain.

Ilmu sharaf menyediakan kata-katanya, ilmu nahwu memberikan kita kaidah bagimana menusun kalimat yang benar, termasuk cara memberi harokat yang benar.

contoh pada kata جَلَسَ زَيْدٌ,

Terdapat alasan kenapa kata pertama adalah جَلَسَ, dan ada alasan kenapa زَىْدٌ memiliki tanda baca dammah tain ( ٌ ), sehingga menjadi جَلَسَ زَيْدٌ  bukan جَلَسَ زَيْدٍ atau جَلَسَ زَيْدً.

Terdapat pula alasan kenapa kata جَلَسَ lebih didahulukan daripada kata زَيْدٌ. Penentuan susunan ini merupakan ilmu nahwu.

Kenapa yang dipilih adalah kata جَلَسَ (Orang ke-3 tunggal laki-laki) ? padahal kata ini memiliki 14 bentuk; جَلَسْتُ (Saya telah duduk), جَلَسْتَ (Kamu telah duduk). Penentuan perubahan bentuk ini masuk ke dalam ilmu sharaf.

Contoh lain: اَلْحَمْدُ (Al-Fatihah: 2), dan sering kita dengar khotib berkata  اِنَّ لْحَمْدَلِلَّهْ  ada juga dalam bentuk kasrah أَبْدَاُبِلْحَمْدِ perbedaan harakat ini dibahas dalam ilmu nahwu. Perbedaan harakat bisa menyebabkan perbedaan makna.

ضَرَبَ (Memukul) jika dalam kalimat ضَرَبَ زَيْدٌ بَكْرًا artinya adalah Zayd memukul Bakr, namun jika diubah menjadi fathah tain ضَرَبَ زَيْدًا بَكْرٌ artinya Bakr memukul Zayd. Perbedaan harakat di sini bisa merubah pelaku menjadi objek.

Penerapan ilmu sharaf misal pada huruf ح م د , semua ini memiliki akar makna yang sama, yaitu pujian. contohnya

  • Al-Fatihah, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِيْنَ (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)
  • تَحْمِيْد, ada unsur ha, mim dan dal pada kata tersebut. Tahmid adalah istilah untuk allhamdulillah.
  • Nama Rasul kita SAW, مُحَمَّد (Orang yang dipuji / terpuji)
  • Nama Rasul SAW yang lain أَحْمَدُ (Orang yang paling terpuji)
  • حَامِدُ (Orang yang memuji)
  • مَحْمُوْدُ (Orang yang dipuji)
  • حَمْدِيْ (Pujianku)

Kita bisa melihat banyak sekali variasi kata untuk tiga huruf د م ح semua ini dibahas dalam ilmu sharaf.

Seorang penyair berkata:

أَلنَّحْوُ أَوَّلي اَوَّلاً أَنْ يُعْلَمَ إِذِ الْكَلَامُ دُوْنَهُ لَنْ يُفْهَمَ

Ilmu nahwu (yang mencakup ilmu shorof) adalah ilmu pertama yang paling utama untuk dipelajari karena perkataan (Allah, Rasulullah, Ulama) tidak dapat dipahami kecuali setelah kita memahami ilmu nahwu dan ilmu shorof.

 

Merasa


Al-Utsmani, salah satu lembaga Quran yang sangat direkomendasikan untuk memparbaiki bacaan Quran.

Salah seorang guru tahsin saya sebelumnya berkata, “Saya di kampung juara terus baca Quran, ketika ke kota dan mengunjungi salah satu lembaga Quran yang terpercaya, malah saya disuruh pulang kampung ‘Belajar lagi sana!’, kata pengajar di lembaga itu”.

Di Al-Utsmani ini saya merasakan apa yang guru saya rasakan. Kali ini saya diajar Ustadz SB, salah satu pengajar yang ‘legend‘ di sini. Hampir setiap ayat yang saya lafalkan salah dan saya merasa terintimidasi, bagaimana tidak, saya merasa apa yang saya bacakan sudah sesuai, bahkan mendekati apa yang ada di rekaman murotal dan guru ngaji saya sebelumnya juga tidak terlalu banyak protes, apa Ustadz SB justru yang salah(?). Saat dijelaskan, beliau menjelaskan dengan sangat-sangat rinci, sifat, makhraj, hukum, bahkan nama-nama hukum beliau ‘bedah’ sampai akarnya. Semua penjelasannya membuat kami melongo.

“Kalau kamu belum bisa membedakan antara suara A dan suara B, maka telinga kamu belum sensitif”

Kenyataannya suara A dan B hampir tidak bisa dibedakan -_-

“Ingat, jangan merasa disalahkan, Anda sebenarnya sedang dibetulkan, banyak murid yang merasa benar padahal mereka salah, saya juga pernah menjadi murid dan pernah juga mengalami kondisi keras kepala seperti itu, mereka yang merasa benar menutupi diri mereka dari ilmu, jadi jangan merasa benar, merasa.. merasa.. merasa, tapi harus memang benar benar benar, itu sebabnya belajar agama itu ngga cukup pake perasaan, harus dengan ilmu yang benar dengan dibimbing guru”.

Oke, Ustadz SB sepertinya bisa membaca pikiran saya yang agak ngotot(?). Maafken Ustadz 😀