Richard Feynman


Tadinya saya berpikir bahwa menulis itu sebaiknya diarahkan untuk memahamkan diri sendiri, tapi setelah mempelajari sosok salah seorang ilmuan Amerika, Richard Feynman, rasanya apa yang saya sampaikan harus diperbaiki.

Kita tidak benar-benar tahu apakah apa yang kita pelajari sudah kita fahami atau tidak sebelum bisa menjelaskan dan memahamkannya pada orang lain. Saat mencoba mengajarkan tentang suatu ilmu pada orang lain, di waktu bersamaan kita belajar tentang hal-hal yang kurang atau terlewatkan dari apa yang dipelajari. Ketika kita bisa menyampaikan pada orang lain dengan sederhana atau dengan sebuah perumpaan yang mudah dipahami, maka kita sudah memahaminya.

Ilmuwan ini memiliki kepribadian yang indah, bukan gelar nobel yang dicarinya, tapi kemanfaatan dari petualangan yang dilaluinya.

“Tell your son to stop trying to fill your head with science — for to fill your heart with love is enough.”

Richard Feynman

Hmm.. jadi tertarik lagi dengan sains 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s