Perbedaan Nahwu dan Sharaf


Cabang ilmu bahasa arab diantaranya mantiq, sharaf, nahwu, balaghoh dan arudh.

Ada 2 ilmu dasar yang harus dikuasai untuk pemula, yaitu ilmu sharaf dan nahwu. Kedua ilmu ini sering disebut dengan istilah ilmu alat, karena memang dua ilmu ini adalah alat atau kunci untuk membuka cakrawala islam dan mempelajari seluruh cabang ilmu islam, tidak mungkin kita bisa mempelajari tafsir, hadits dan kitab ulama dengan baik, kecuali kita memahami bahasa Arab. Mempelajari 2 ilmu dasar ini Insya Allah akan membantu kita membuat kalimat dalam bahasa arab dengan benar. Cabang lainnya yaitu mantiq, balaghoh dan arudh tidak membicarakan cara membuat kalimat yang benar tapi cara membuat kalimat yang indah susunan dan maknanya.

Ilmu sharaf adalah bagian dari ilmu nahwu.

Perbedaan ilmu nahwu dan ilmu sharaf.

Ilmu nahwu adalah ilmu yang mempelajari struktur (susunan kalimat dan harokat) yang benar dalam bahasa arab.

Ilmu sharaf adalah ilmu yang mempelajari perubahan bentuk kata ke bentuk lain.

Ilmu sharaf menyediakan kata-katanya, ilmu nahwu memberikan kita kaidah bagimana menusun kalimat yang benar, termasuk cara memberi harokat yang benar.

contoh pada kata جَلَسَ زَيْدٌ,

Terdapat alasan kenapa kata pertama adalah جَلَسَ, dan ada alasan kenapa زَىْدٌ memiliki tanda baca dammah tain ( ٌ ), sehingga menjadi جَلَسَ زَيْدٌ  bukan جَلَسَ زَيْدٍ atau جَلَسَ زَيْدً.

Terdapat pula alasan kenapa kata جَلَسَ lebih didahulukan daripada kata زَيْدٌ. Penentuan susunan ini merupakan ilmu nahwu.

Kenapa yang dipilih adalah kata جَلَسَ (Orang ke-3 tunggal laki-laki) ? padahal kata ini memiliki 14 bentuk; جَلَسْتُ (Saya telah duduk), جَلَسْتَ (Kamu telah duduk). Penentuan perubahan bentuk ini masuk ke dalam ilmu sharaf.

Contoh lain: اَلْحَمْدُ (Al-Fatihah: 2), dan sering kita dengar khotib berkata  اِنَّ لْحَمْدَلِلَّهْ  ada juga dalam bentuk kasrah أَبْدَاُبِلْحَمْدِ perbedaan harakat ini dibahas dalam ilmu nahwu. Perbedaan harakat bisa menyebabkan perbedaan makna.

ضَرَبَ (Memukul) jika dalam kalimat ضَرَبَ زَيْدٌ بَكْرًا artinya adalah Zayd memukul Bakr, namun jika diubah menjadi fathah tain ضَرَبَ زَيْدًا بَكْرٌ artinya Bakr memukul Zayd. Perbedaan harakat di sini bisa merubah pelaku menjadi objek.

Penerapan ilmu sharaf misal pada huruf ح م د , semua ini memiliki akar makna yang sama, yaitu pujian. contohnya

  • Al-Fatihah, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ اَلْعَالَمِيْنَ (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)
  • تَحْمِيْد, ada unsur ha, mim dan dal pada kata tersebut. Tahmid adalah istilah untuk allhamdulillah.
  • Nama Rasul kita SAW, مُحَمَّد (Orang yang dipuji / terpuji)
  • Nama Rasul SAW yang lain أَحْمَدُ (Orang yang paling terpuji)
  • حَامِدُ (Orang yang memuji)
  • مَحْمُوْدُ (Orang yang dipuji)
  • حَمْدِيْ (Pujianku)

Kita bisa melihat banyak sekali variasi kata untuk tiga huruf د م ح semua ini dibahas dalam ilmu sharaf.

Seorang penyair berkata:

أَلنَّحْوُ أَوَّلي اَوَّلاً أَنْ يُعْلَمَ إِذِ الْكَلَامُ دُوْنَهُ لَنْ يُفْهَمَ

Ilmu nahwu (yang mencakup ilmu shorof) adalah ilmu pertama yang paling utama untuk dipelajari karena perkataan (Allah, Rasulullah, Ulama) tidak dapat dipahami kecuali setelah kita memahami ilmu nahwu dan ilmu shorof.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s