Gelora Manis


​Media bukan tempat belajar yang baik. Ianya hanya menampilkan potongan kecil dari sudut pandang yang sempit. Telusuri, dengarkan, rasakan, benamkan diri ke pemahaman yang paling rasional. Rasional menurut Nya, bukan menurutmu.

Sanksi kan menjadi pengingat tuk tetap waspada, teliti, disiplin. Tak semua bisa disentuh dengan sanksi, ada juga yang perlu pengakuan prestasi, beri keduanya; hadiah dan apresiasi.

Setiap upaya mengajak pada jalan yang baik, adalah investasi. Hadiahnya adalah amalan baik lain, bahkan yang lebih besar. Jangan harap dunia kan membalas, terus saja memberi, biar Allah yang melunasi semua keringat. Tetap merdeka, tetap tenang, tetap bergantung hanya pada yang Satu.

Datang dan perhatikan, begitu banyak ide yang perlu rasa penasaran untuk jelajahinya. Hantam setiap kebodohan dengan tanya. Rasa pintar diri hanya menutup peluang-peluang yang lebih baik.

Rasa malu bersama orang proaktif meperbaiki, adalah pengecut. Inginnya hanya manis hasil tanpa tetes keringat. Ikutilah, dengan perlahan, dimulai dari yang bisa dilakukan, meningkat, meluas, hingga proaktif itu menjadi gayamu.

Terima, terima setiap kurang yang ada, masih bisa dilengkapi. Sabar, tenang, bicaralah dengan kalimat yang dipahaminya, dengan pemahaman yang bisa dicernannya, api di lilinmu kan meluas saat semua jerami telah kering. Sabar, terus melaju, lihat geloranya, manis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s