Mereka bilang, preatasi itu — meresonansi.

Saat kita lihat seorang dengan capaian gemilang, maka ada rasa iri dan heran. Kenapa bukan aku?

Saat ada sekumpulan insiator memberi bantuan yang amat diharapkan, ada rasa iri dan heran. Termasuk kelompok mana aku? Pemberi? Atau si penanti?

Saat ada riak yang ku anggap ‘tak tau malu’, ternyata ia jiwa yang lebih di harapkan daripada diri yang ‘sok suci’ ini, tapi begitu perhitungan dalam memberi.

Semoga selalu, kita dipertemukan dengan orang-orang macam ini, menyindir, mendongkrak semangat, membangkitkan kesadaran, membangunkan kita dari tidur panjang. Mengantarkan kita pada kesadaran, ‘ada banyak hal yang belum kita perbuat, mulailah bergerak, melesat. Mantap’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s