Nyesek itu, ketika kita tau apa yang benar, tapi lisan tak kuasa berucap.

Nyesek itu, ketika ada argumen yang salah, jadi benar karena penyampaian yang menarik dan yang bicara seorang pembesar.

Nyesek itu, ketika kita tau orang yang kita anggap salah adalah orang yang lebih banyak berkontribusi daripada kita. orang yang lebih luas menebar manfaat daripada kita. Orang yang lebih peduli daripada kita.

Kita. Apa?

Jika ahli kebenaran tetap diam melihat kebatilan; ahli kebatilan akan menyangka bahwa dirinya berada di atas kebenaran.

‘Ali ibn Abi Thalib

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s